Indonesia

Indonesia Berkilau, Negeri Kaya Mutiara

Tahukah kamu bahwa Indonesia merupakan Negara penghasil mutiara terbaik di dunia? Bahkan, Indonesia merupakan pemasok 43% mutiara dari  seluruh dunia. Nah, mutiara itu adalah mutiara laut selatan atau South Sea Pearl (SSP), yang berasal dari kerang Pinctada margaritifera, Pinctada fucata, Pinctada lentiginosa dan Pteria penguin. Dari semua kerang ada satu kerang yang menghasilkan ‘Ratunya Mutiara’, yaitu kerang Pinctada Maxima, mutiara yang dihasilkan ini punya ukuran yang besar dengan kilau khas. Kerang-kerang ini menciptakan mutiara secara alami, tapi ada juga yang dibudidaya, Travel lads. Budidaya mutiara ini tersebar dibeberapa wilayah di Indonesia, yuk simak beberapa wilayah di Indonesia yang menghasilkan mutiara terbaik!

Shutterstock
Lombok, Pulau Bertabur Mutiara

Lombok dan mutiara, dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Pulau di Nusa Tenggara Barat ini memang merupakan pulau penghasil mutiara terbesar di Indonesia. Penjual mutiara dapat kamu temui di setiap sudut Lombok,  mulai dari lobi hotel, kaki lima, daerah wisata, selalu ada penjual mutiara. Tidak heran jika setiap tahunnya Lombok kerap menggelar festival mutiara yang bertajuk ‘Lombok Sumbawa Pearl Festival’.

Biasanya, mutiara dibudidayakan di Pantai Sekotong, Lombok Barat. Pantai ini bisa  ditempuh dengan mobil selama satu setengah jam dari kota Mataram. Di sini, Travel lads bisa melihat proses budidaya mutiara laut saat kerang mutiara disuntik agar menghasilkan mutiara air laut yang besar.

Setelah dibudidayakan di Pantai Sekotong, mutiara-mutiara mulai dijual. Salah satu pusat jual beli mutiara adalah Kampung Mutiara Sekarbela. Kampung yang terletak di sepanjang Jalan Sultan Kaharudin ini memiliki toko emas dan mutiara yang berjejer di kiri kanan jalan. Di sini Travel lads bisa berburu mutiara air laut maupun tawar dengan mudah. Oia, jangan kaget dengan harga yang dipatok penjual, ya, di beberapa toko harga mutiara tidak boleh ditawar.
Kota Luwuk, Kotanya Mutiara

Kota Luwuk, ibu kota Kepulauan Banggai, Sulawesi Tenggara, adalah kota indah yang diapit pantai dan perbukitan. Luwuk semakin indah karena pusat kotanya berada di bibir pantai. Tak heran jika Luwuk punya beragam sebutan, mulai dari Hong Kong di malam hari hingga Kota Mutiara.

Selain menjadi produsen mutiara, Luwuk juga mendaur ulang limbah mutiara menjadi beragam buah tangan yang cantik. Para pengrajin di Kabupaten Banggai dapat mengubah limbah tadi menjadi kalung, lukisan, kaligrafi, plakat, logo dan beragam perhiasan. Luwuk juga terkenal dengan  ukiran-ukiran patung kayu, vas bunga dan kerajinan tangan berbahan kayu. Ada juga beragam anyaman dari bambu dan kain tenun Nambo yang mirip dengan kain tenun Donggala.
Menjaring Mutiara di Raja Ampat

Raja Ampat bukan hanya surganya para penyelam. Di balik keindahan surga bawah laut Raja Ampat banyak terdapat mutiara yang indah bersembunyi. Ada tiga perusahaan asing dan tiga perusahaan lokal yang membudidayakan mutiara di sini. Lokasi budidaya mutiara terdapat di Distrik Misool, Waigeo Barat, dan Batanta. Di Distrik Waigeo Barat, budidaya mutiara terdapat di kawasan Aljui, sekitar 70 mil laut arah barat dari Kota Sorong.

Di Raja Ampat setidaknya ada 250 orang yang bekerja membudidayakan mutiara. Panen berlangsung setiap 6 bulan sekali dan menghasilkan 150 ribu butir mutiara yang kualitasnya sudah diakui dunia. Kualitas mutiara ditentukan berdasarkan bentuk, warna dan kilaunya. Mutiara kualitas utama bentuknya bulat, mengkilat dan besar. Mutiara-mutiara ini akan dipasarkan di dalam negeri serta diekspor ke Jepang, Singapura dan Australia.

Shutterstock
Trik Memilih dan Merawat Mutiara Berkualitas

Nah, Trave lads sudah tau, kan, di mana saja tempat penghasil mutiara terbaik di Indonesia. Jika kamu tertarik membelinya, coba ikuti beberapa trik ini agar kamu tidak kecewa karena salah memilih mutiara incaran.

Pertama cobalah untuk mengigit mutiaranya, jika rasanya asin berarti itu adalah mutiara air laut.

Coba bakar dengan korek api, jika meleleh berarti mutiara itu palsu.

Untuk merawat mutiara juga tidak bisa sembarangan, lho,  Travel lads! Berikut ini tips merawatnya:

Usahakan agar mutiara tidak terkena paparan langsung alat-alat kosmetik seperti parfum, pelembut wajah atau pun deodorant.

Setelah selesai digunakan usahakan untuk bersihkan mutiara dengan kain halus yang lembab.

Bisa juga mencuci mutiara dengan sabun mandi khusus untuk bayi.

Simpan mutiara terpisah dari perhiasan lain agar tidak tergores.

Jangan sampai mutiara terkena minyak nanti kilaunya pudar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *