Indonesia

Isi Piagam Jakarta yang Lengkap 22 Juni 1945 Adalah Sebagai Berikut

Piagam jakarta adalah peristiwa berkumpulnya pendahulu bangsa Indonesia dalam merumuskan dasar negara untuk memperjuangkan kemerdekaan. Tanggal 22 Juni 1945 merupakan waktu bersejarah, karena tonggak proklamasi terjadi pada saat tersebut.

Penyebutan Piagam Jakarta dalam misi sejarah dunia biasa dikenal dalam bahasa inggris Jakarta chapter , lebih dahulu dibandingkan dokumen San Francisco Peace Treaty 26 Juni 1945 maupun Japanese Instrument of Surrender tanggal 15 Agustus 1945.

Hasil karya dari Panitia Sembilan ini merupakan kompromi historis cikal bakal dasar negara antara kelompok umat islam dan pihak kebangsaan pada sidang di Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang bertugas menjembatani perbedaan dalam agama dan negara.

BPUPKI sendiri adalah bentukan pemerintah kolonial Jepang yang telah menjanjikan kemerdekaan bangsa kita, kapan berdirinya yaitu tanggal 29 April 1945. Panitia 9 atau panitia kecil bertugas untuk merumuskan usulan dari 3 pembicara pada sidang yang pertama.

panitia sembilan 9 asli 22 juni 1945 jakarta chapter

Tokoh-tokoh Anggota Penyusun Piagam Jakarta 22 Juni 1945

Berikut ini adalah anggota panitia sebagai berikut:

  1. Ir. Soekarno
  2. Drs. Mohammad Hatta
  3. Mr A.A. Maramis
  4. Abikoesno Tjokrosoejoso
  5. Abdoel Kahar Moezakir
  6. H. Agoes Salim
  7. Mr. Achmad Soebardjo
  8. K.H. Wahid Hasjim
  9. Mr. Moehammad Yamin

Perkembangan Piagam Jakarta Lebih Lengkap Adalah  Sbb:

  • Sidang kedua BPUPKI : Piagam Jakarta dijadikan muqaddimah dari Undang-undang Dasar 1945
  • Dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) diketuai Ir. Soekarno pada tanggal 7 Agustus 2017
  • PPKI pada tanggal 18 Agustus bersidang dan mengganti istilah muqaddimah dengan Pembukaan UUD sekaligus mengganti isi dari butir pertamanya

isi piagam jakarta

Teks Naskah Asli Isi dari Piagam Jakarta

Bahwa sesoenggoehnja kemerdekaan itoe ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itoe maka pendjadjahan di atas doenia haroes dihapoeskan, karena tidak sesoeai dengan peri-kemanoesiaan dan peri-keadilan.

Dan perdjoeangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat jang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan Rakjat Indonesia ke-depan pintoe-gerbang Negara Indonesia, jang merdeka, bersatoe, berdaulat, adil dan makmoer.

Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Koeasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan jang loehoer, soepaja berkehidoepan kebangsaan jang bebas, maka Rakjat Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaannja.

Kemoedian daripada itoe, oentoek membentoek soeatoe Pemerintah Negara Indonesia jang melindoengi segenap Bangsa Indonesia dan seloeroeh toempah darah Indonesia, dan oentoek memadjoekan kesedjahteraan oemoem, mentjerdaskan kehidoepan bangsa, dan ikoet melaksanakan ketertiban doenia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disoesoenlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itoe dalam suatu Hoekoem Dasar Negara Indonesia, jang terbentoek dalam soeatoe soesoenan negara Repoeblik Indonesia jang berkedaaulatan Rakjat, dengan berdasar kepada:

Ketoehanan, dengan kewajiban mendjalankan sjariat Islam bagi pemeloek-pemeloeknja
Kemanoesiaan jang adil dan beradab
Persatoean Indonesia
Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjawaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia.

Djakarta, 22-6-1945

Panitia Sembilan

Ir. Soekarno
Drs. Mohammad Hatta
Mr A.A. Maramis
Abikoesno Tjokrosoejoso
Abdoel Kahar Moezakir
H. Agoes Salim
Mr Achmad Soebardjo
Wahid Hasjim
Mr Moehammad Yamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *