Tips Travelling

Panduan Mendaki Gunung untuk Pemula

Mountaineering atau pendakian gunung adalah olahraga, profesi, dan recreational activitiy yang melibatkan panjat tebing di dalamnya. Sedangkan hiking adalah jalan kaki naik turun gunung untuk menikmati pemandangan alam. Dari segi kesulitan, mountaineering lebih menantang dan memerlukan keterampilan tertentu dibandingkan hiking. So, dare enough to try mountaineering?

Tips Mendaki Gunung untuk Pemula

1.       Rencanakan pendakianmu

Pilihlah lokasi dan rute pendakian. Perkirakan kondisi cuaca, jumlah pendaki dan jangka waktu karena hal-hal tersebut akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang haris dipersiapkan. Jangan lupa mita izin kepada orang tua dan pacar ya! 😀

2.       Persiapkan fisik dan mental

Hiking memang tergolong kegiatan rekreasi. Namun, diperlukan persiapan fisik dan mental yang matang. Jadi sebelum melakukan pendakian, jangan lupa berolahraga secara rutin.

3.       Ajak teman yang mengusai rute pendakian

Ketika melakukan pendakian, harus ada minimal dua orang yang benar-benar telah menguasai medan dan hafal dengan rute pendakian.

4.       Bawa perlengkapan secukupnya agar tidak memberatkan

Perlengkapan yang dibawa sebaiknya disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca. Tempatkan barang bawaan yang ringan di dasar tas, sedangkan bawaan yang berat di atas. Dengan komposisi seperti ini, beban terberat berada di pundak dan bukan di pinggang sehingga memudahkan kaki melangkah.  Bungkus barang bawaan terlebih dahulu dengan kantong plastik agar tidak basah atau kotor. Jangan lupa letakkan payung/jas hujan di bagian tas yang mudah dijangkau supaya kamu siap sedia jika tiba-tiba hujan turun.

5.       Laporkan dirimu di pos pendakian

Selain meminta izin kepada orang tua dan pacar, kamu juga harus melapor dan memperoleh izin dari pihak-pihak terkait, terutama dari pos pendakian.  Di pos pendakian, kamu harus mengisi buku tamu dengan mencantumkan identitas, lama pendakian, alamat lengkap, dan nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah. Ketika turun gunung, jangan lupa melapor kembali ya!

6.       Bawalah makanan yang cukup

Makanan ideal untuk dibawa naik gunung adalah yang ringan, ringkas, namun mengandung cukup kalori. Mie instan, roti gandum, sosis siap makan, kornet, sarden, dan baked beans adalah beberapa contoh makanan yang biasa dibawa naik gunung. Sebagai makanan pendamping, jangan lupa membawa buah-buahan, biskuit, coklat atau gula jawa. Oh iya, jangan membawa atau mengkonsumsi minuman beralkohol ya. Walaupun hangat, alkohol dapat memicu kapiler darah cepat memuai dan pecah.
jelajah

Daftar peralatan dan perlengkapan untuk hiking. Sudah bawa semua? (image:Valadoo/Khafid)

Supaya lebih terasa sensasi “hiking for dummies”-nya, teman-teman dari Indonesian Mountains juga bawa tenda dan perlengkapan mendaki lainnya lho saat Kelas Jelajah kemarin!
jelajah

Peserta mengikuti Kelas Jelajah sambil melihat langsung peralatan hiking (foto: www.indonesianmountains.com)

Jagalah kelestarian alam!

Pasti sedih kan kalau lagi enak-enak hiking tiba-tiba ngeliat sampah berserakan atau pohon yang dicoret-coret? Hindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keindahan alam seperti vandalisme, menebang tumbuhan sembarangan, menangkap binatang, memetik bunga (terutama edelweiss), atau membuang sampah sembarangan. Mind your own garbage. Kumpulkan sampah plastikmu di dalam trash bag dan buang di tempat sampah setelah turun gunung. Ketika mematikan api unggun, siram dengan air atau tutup dengan tanah supaya bara api benar-benar padam. Hal ini juga berlaku untuk puntung rokok. Pastikan bara apinya mati untuk menghindari kebakaran hutan.