Tips Travelling

Tips Memotret Human Interest

Saat traveling memotret adalah hal yang pasti tidak akan kita lewatkan. Biasanya pemandangan tempat wisata akan jadi objeknya, tapi ternyata ada lagi objek lain yang juga menarik untuk ditangkap, yaitu memotret human interest.
Tentang Foto Human Interest
Salah satu contoh foto Human Interest

Salah satu contoh foto Human Interest

Sebenarnya memotret human interest biasa digunakan dalam fotografi jurnalistik. Ini adalah jenis foto yang menggambarkan kehidupan dan interaksi manusia dengan lingkungan. Biasanya bertujuan untuk menyentuh hati dan membangkitkan simpati orang-orang yang menikmati foto tersebut. Tapi Travel lads, memotret human interest juga oke diterapkan saat sedang jalan-jalan, lho. Seperti saat kamu mengunjungi Bali, akan ada banyak momen-momen keren yang cocok dijadikan foto human interest. Contohnya saat melihat petani sibuk di sawah terasering atau melihat penari yang sedang melenggak-lenggok.
Tips Memotret Human Interest
Perhatikan berbagai tips saat memotret human intrest

Perhatikan berbagai tips saat memotret human interest

Nah, untuk mendapatkan hasil yang baik saat memotret human interest, kamu harus tahu beberapa trik dan tipsnya.

Carilah subjek atau orang yang punya karakter kuat dan menarik, misalnya orang tersebut punya ekspresi wajah yang hidup dan ada cerita menarik dalam kehidupannya.

Jangan malu untuk mendekat dengan subjek, ajak mereka berkenalan dan buat mereka nyaman, agar mereka akan dengan senang hati berpose untuk kamu.

Seorang masyarakat dari suku Dayak yang tak malu saat di foto

Walau sudah berkenalan dengan subjek, baiknya Travel lads tidak perlu mengatur terlalu jauh agar foto terkesan alami. Jauhi  lampu, special effect atau olah digital yang berlebihan.

Lakukan observasi, untuk mengatur di mana tempat paling tepat saat akan menangkap gambar. Pelajari tempat di mana subjek kamu biasa beraktivitas.

Biasanya foto human interest memang dilakukan secara candid. Jadi jika Travel lads mau mencobanya, pertama tentukan dulu apa yang ingin kamu potret. Cari spot yang bisa memperlihatkan semua elemen dan komposisi yang ada, kemudian tunggu momen ketika si subjek mulai ‘berpose’ sesuai keinginan kamu. Misalnya kamu ingin memotret tukang becak, kamu tinggal memilih momen apa yang paling menyentuh, mungkin saat dia sedang beristirahat atau saat sedang mengangkut penumpang.

Setelah mendapat momen, menguasai kamera adalah hal berikut yang wajib kamu lakukan.

Kamu bisa menggunakan foto berturut-turut untuk mendapatkan momen yang kamu inginkan.

Kamu bisa menggunakan kamera dengan lensa yang memiliki jarak fokus 50-300 mm, karena lensa jenis ini akan sangat membantu saat ingin memotret  candid.

Untuk yang tidak punya kamera DSLR, gunakan saja kamera poket biasa, hal ini malah lebih baik karena subjek foto tidak akan merasa terintimidasi, jika kamu belum terlalu dekat dengan subjek.

Komposisi yang baik adalah saat kamu menonjolkan ekspresi atau bahasa tubuh dari si subjek foto.

Tapi yang paling penting, Travel lads, selalu jaga sopan santun dan etika saat memotret. Jangan sampai kejadian Waisak tahun lalu (ingat, kan, ada yang memotret bikkhu yang sedang berdoa dengan jarak sangat dekat?) terjadi lagi. Ingat untuk selalu be responsible travels lads!

Selamat memotret! 🙂

Dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *