Tips Travelling

Trip Pulang Negri: Saat Pulang Begitu Menyenangkan

Saya sudah pulang dari Trip Pulang Negri bersama Glenn Fredly! Tanggal 5-8 Desember kemarin adalah the most memorable journey in my life (so far!) bersama Glenn, teman-teman Anak Pulang Negri dan warga  Maluku.

Tadinya, saya nggak berharap banyak tentang Trip Pulang Negri. Saya tahu trip ini akan keren banget karena akan membawa kita berkeliling Maluku, bareng Glenn Fredly pula! Kayaknya once in a lifetime experience jalan-jalan sama penyanyi sekaliber Glenn, hehe. Tapi, saya pikir tadinya ini cuma jalan-jalan bareng artis biasa – yang cuma jalan-jalan tanpa ada kedalaman atau persahabatan. Ternyata kalimat  magic happens when we’re less expected itu benar adanya. Glenn Fredly membuktikan ucapannya di video teaser TPN kalau Trip Pulang Negri bukanlah cuma acara jalan-jalan biasa.

Yang jelas, kata tidak dapat mewakilkan pengalaman saya selama seminggu menjelajah Maluku tanah pusaka.  Untuk yang nggak ikutan, I have two words: nyesel banget! 🙂
Maluku, Negeri Ramah Penuh Makna

Perjalanan Trip Pulang Negri dimulai dengan city trip keliling Ambon di hari pertama. Laiknya matahari yang baru terbit, Trip Pulang Negri pun masih malu-malu, belum ‘menyelami’ kehidupan masyarakat Maluku. Para peserta yang baru kenal (dan rata-rata nekat pergi sendiri tanpa ditemani pasangan atau teman!) juga masih malu-malu. Barulah di hari ke-dua, saat kami pergi ke Hulaliu untuk menginap di rumah  masyarakat Negri Hulaliu, jalinan persahabatan mulai terjalin. Dari Pelabuhan Tulehu kami semua naik boat ke Pelabuhan Hulaliu di Pulau Haruku. Untuk sampai ke negri asal Glenn, Negri Hulaliu, dari pelabuhan kami harus naik angkot. Jadilah seluruh peserta TPN termasuk Glenn dan para kru berbondong-bondong masuk ke angkot yang telah disediakan. Di sepanjang perjalanan menuju Hulaliu, Glenn banyak berkisah tentang sejarah negri-negri yang ada di sekitar Hulaliu.  Sementara di angkot lainnya para peserta membuat choir dadakan menyanyikan lagu-lagu Glenn Fredly, latihan untuk mini acoustic session di sore hari nanti.

Di Hulaliu, kami disambut dengan perayaan kecil nan meriah. Ada anak-anak kecil menari Cakalele untuk kami sebelum pejabat adat  mengikatkan selendang merah ke leher Glenn (sebagai ketua suku Trip Pulang Negri) sebagai tanda selamat datang. Setelah acara Kami pun menghabiskan waktu mengeksplorasi Negri Hulaliu; ngobrol-ngobrol seru, bermain bersama warga dan anak-anak kecil, mencicipi makanan enak yang dimasak oleh empunya homestay (kami tinggal di rumah warga selama di Hulaliu) sambil menunggu waktu mini acoustic session di pinggir pantai Tanjung Yanain.
Acoustic Session saat Trip Pulang Negri bareng Valadoo dan Glenn Fredly

Acoustic Session saat Trip Pulang Negri bareng Valadoo dan Glenn Fredly

Saat mini acoustic session tiba, seluruh warga Hulaliu memenuhi bibir pantai. Mereka sama excitednya dengan peserta Trip Pulang Negri untuk menyaksikan Glenn Fredly menyanyi. Di tengah-tengah debur ombak dan semilir angin pantai, Glenn Fredly menyanyikan lagu-lagu andalannya. Terpesona, Timur sampai Rame-rame mengalun merdu.  Saat pertunjukkan akan berakhir, Glenn mengajak seluruh warga Hulaliu menyanyikan lagu Rasa Sayange. Serentak, choir pinggir pantai bernyanyi merdu. Suasana jadi syahdu ketika Glenn menyanyikan intro lagu Maluku, Gandong e. Tanpa aba-aba choir ikut bernyanyi, kali ini suaranya lebih riuh sampai naik ke langit. Saya yang tidak bisa menyanyikan lagu itu hanya bisa menikmati suasana yang terasa magis. Menjadi lebih magis dan haru saat saya lihat banyak orang (termasuk Glenn dan para musisi) menitikkan air mata sambil bernyanyi. Saya pun jadi ikut haru. Choir warga bernyanyi dari hati, suaranya begitu menyentuh hati kami.

Setelah saya telusuri, ternyata Gandong e adalah lagu persahabatan untuk masyarakat Maluku. Tak heran kalau lagu ini begitu melekat di hati maisng-masing orang. Jadi ingat perkataan Glenn di setiap jeda lagu “Warga Maluku bersaudara, beta cinta kalian!”
Maluku, Pulang Jadi Menyenangkan
Salah satu moment gembira saat perjalanan ke Maluku

Salah satu moment gembira saat perjalanan ke Maluku

Malam harinya, kami semua disambut oleh jamuan makan malam di rumah tante Glenn. Makan malam ini sungguh spesial! selain menggunakan bahan-bahan asli tanah Maluku, masakan ini dimasak langsung oleh mama-mama dan juga Rahung. Yes, @Rahung si #KokiGadungan ternyata diajak oleh Glenn ke Maluku supaya bisa memasak untuk Anak Pulang Negri. Wah, baik sekali bung Glenn Fredly, rasanya benar-benar seperti dijamu di rumah teman sendiri. Kami pun makan dengan lahap; seafood, papeda, kuah kuning dan kue-kue manis mendarat cantik di perut.

Itu baru cerita di hari ke-dua Trip Pulang Negri. Masih banyak cerita yang bisa saya bagikan sampai hari ke-enam, kisah lengkapnya bisa kalian lihat di video yang nanti akan saya upload. Perjalanan selama Trip Pulang Negri membawa saya ke sebuah pengalaman yang remarkable, as I once said, the most memorable journey in my life. Bukan hanya karena saya pergi ke Maluku tanah surga bersama Glenn, tetapi karena saya beneran Pulang Negri. Saya merasakan makna ‘kampung halaman’ untuk banyak orang dan betapa ‘kampung halaman’ sangat berpengaruh dalam kehidupan. Ada salah satu peserta Trip Pulang Negri yang menangis karena merasa tidak punya ‘kampung halaman’ namun by the end of the day, ia merasa senang karena menemukan ‘kampung halaman’ baru, Maluku.

Maluku dengan kecantikan dan keramahannya memang begitu memikat, tetapi Trip Pulang Negri betul-betul mencuri hati saya. Saya mendapatkan persahabatan, pengalaman, semangat dan ide baru tentang kampung halaman setelah mengikuti trip ini. Jadi, siapa yang mau ikut Trip Pulang Negri tahun depan?